Showing posts with label Drugs & Diseases. Show all posts
Showing posts with label Drugs & Diseases. Show all posts

4 Mar 2015

Melanoma, Kanker Kulit Akibat Sinar Matahari

Siapa sangka pancaran sinar matahari dapat menyebabkan kanker? Sinar ultraviolet dari cahaya matahari dapat mengakibatkan kanker kulit yang menyerang mulai usia remaja.

Seperti yang dilansir dari NHS Choice, Minggu (10/8/2014), Melanoma bisa muncul dibagian tubuh mana saja. Bahkan dapat muncul di daerah yang jarang terkena sinar matahari sekalipun.

 Melanoma
 Deskripsi

Melanoma adalah penyakit langka dan serius yang merupakan tipe kanker yang menyerang kulit dan menyebar ke organ tubuh lainnya. Tanda umum yang ditunjukkan dari Melanoma adalah munculnya tahi lalat baru atau perubahan tahi lalat. Hal ini terjadi dibagian tubuh manapun. Namun, biasanya terjadi di punggung, kaki, lengan dan wajah.

Melanoma memiliki bentuk yang tidak beraturan dan akan muncul lebih dari satu. Ukuran Melanoma akan lebih besar dari tahi lalat normal dan kadang-kadang gatal atau berdarah. Melanoma akan dibedakan melalui jenis dan bentuknya yang disebut dengan "ABCD Checklist".

Penyakit ini biasa menyerang saat usia 15-34 tahun dan akan mengakibatkan kematian akibat kanker kulit. Melanoma terjadi ketika beberapa sel di kulit berkembang dengan tidak normal. Tidak diketahui secara pasti kenapa bisa demikian, tapi diperkirakan terjadi karena pancaran cahaya ultraviolet (UV).

Gejala

Tanda dan gejala Melanoma yang pertama adalah munculnya tahi lalat baru atau perubahan tahi lalat. Tahi lalat normal biasanya memiliki satu warna, bulat atau oval dalam ukuran tidan lebih dari diameter 66 mm (1/4 inchi). Bentuk Melanoma cenderung tidak teratur dan memiliki lebih dari satu warna, dengan ukuran lebih dari diameter normal dan ada kemungkinan gatal dan berdarah.

Berikut beberapa cara untuk membedakan antara tahi lalat normal dengan Melanoma berdasarkan jenis:

1. A (Asymmetrical), Melanoma ini memiliki dua bagian yang berbeda dan bentuknya tidak beraturan
2. B (Border), Bentuknya tidak seperti tahi lalat normal, dan memiliki perbatasan berlekuk-lekuk
3. C (Colours), Warna dari Melanoma merupakan campuran dari dua warna atau lebih
4. D (Diameter), Diameter bentuknya tidak seperti bentuk normal
5. E (Enlargement or Evolution), Tahi lalat berubah karakteristik dan ukuran dari waktu ke waktu

Melanoma umumnya akan muncul dibagian tubuh manapun seperti punggung, kaki, lengan, dan wajah.

 Melanoma

 Penyebab

Dalam beberapa kasus, Melanoma terjadi akibat dari sinar UV yang dapat memengaruhi kulit. Terdapat dua jenis utama dari sinar Ultraviolet (UV) yaitu Ultraviolet-A (UVA) dan Ultraviolet-B (UVB). UVA atau UVB akan memengaruhi kerusakan kulit sehingga memungkinkan kanker kulit (termasuk Melanoma).

Cahaya buatan seperti sunlamps dan tanning bed juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit Melanoma. Tapi, tidak semua Melanoma akibat dari sinar UV dan akan muncul di daerah kulit yang jarang terkena sinar UV.

Pengobatan

Pengobatan utama Melanoma adalah dengan cara bedah. Tapi jalur bedah tergantung pada keadaan individual dari pengidap Melanoma itu sendiri. Jika Anda mengalami Melanoma, ada beberapa profesional kesehatan sebagai pilihan berobat, seperti:

1. Dermatologist (spesialis kulit)
2. Ahli Bedah Plastik
3. Clinical Oncologist (dokter kanker spesialis radioterapi)
4. Medical Oncologist (dokter kanker spesialis obat terapi)
5. Pathologist (orang yang mendiagnosa kanker dengan mikroskio)
6. Radiologist (orang yang membaca dan menafsirkan scan atau X-ray)

Awas, Obat Penenang Tingkatkan Risiko Katarak

Anda yang sering menggunakan obat penenang, sebaiknya menyimak hasil temuan tim peneliti dari Universitas British Colombia, Vancouver Coastal Health Research Intitute dan Universitas McGill. Mereka mendapatkan jika beberapa jenis obat antidepresi dapat meningkatkan risiko katarak.
 Lewat Mata, Bisa Terdeteksi Penyakit Serius
Studi yang melibatkan lebih dari 200 ribu orang berusia 65 tahun keatas di Quebec menunjukkan adanya kaitan antara katarak dan obat penenang berjenis selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Hasilnya, partisipan yang menggunakan obat SSRI memiliki risiko lebih besar 15 persen terkena katarak.

Hanya saja, studi ini tidak memperhitungkan faktor lain semisal kebiasaan merokok, yang juga dapat memperbesar risiko katarak.Ini merupakan penelitian yang pertama kali dilakukan untuk mengetahui kaitan antara obat penenang dan katarak pada manusia.

“Studi ini hanya mengungkap kaitan antara obat SSRI dan katarak. Belum bisa dijadikan patokan untuk melarang seseorang menggunakan obat jenis SSRI,” imbuh Mahyar Etminan, kepala dari tim peneliti ini.

Konsumsi Aspirin Tiap Hari Berisiko Pendarahan pada Wanita

Kebiasaan mengonsumsi aspirin bagi wanita sepertinya bisa menjadi malapetaka. Pasalnya, sebuah penelitian baru menemukan kalau aspirin yang dikonsumsi oleh wanita diatas 45 tahun berisiko menyebabkan sejumlah penyakit.
 Aspirin
Diberitakan Foxnews, Sabtu (6/12/2014) aspirin bukan hanya berisiko menyebabkan gagal jantung tapi juga kanker dan dalam penelitian terbaru disebutkan bisa meningkatkan risiko pendarahan di perut.
Studi yang melibatkan 28.000 wanita usia 45 tahun keatas ini secara acak diberikan aspirin 100 miligram dan plasebo setiap hari. Setelah diteliti 10 tahun, mereka melihat adanya keterkaitan aspirin dengan risiko penyakit kronis.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan kelompok plasebo, aspirin berisiko meningkatkan kanker usus besar, penyakit jantung dan stroke serta perdarahan serius pada wanita," tulis laporan tersebut.

Yang menarik, peneliti justru tidak melihat perkembangan risiko penyakit untuk kelompok usia 65 tahun, menurut Jurnal Heart. Oleh sebab itu, peneliti tidak menyarankan pembatasan aspirin di kelompok usia 65 tahun karena risiko penyakit juga berkurang.